Kubu Raya post author Kiwi 05 September 2026

Sidak 288 Hotspot, Disbun Kalbar Pastikan Konsesi PT AAN Aman dari Karhutla

Photo of Sidak 288 Hotspot, Disbun Kalbar Pastikan Konsesi PT AAN Aman dari Karhutla

KUBU RAYA, SP - Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perusahaan perkebunan menyusul terdeteksinya 288 titik panas (hotspot) di wilayah konsesi perkebunan di Kalbar.

Salah satu perusahaan yang menjadi sasaran pemeriksaan adalah PT Agro Alam Nusantara (AAN) di Kabupaten Kubu Raya. Sidak dilakukan untuk memastikan keberadaan titik panas sekaligus mengecek kondisi lapangan di sekitar kawasan konsesi perusahaan.

Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Rino Anteno Tengo, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi berada di dalam kawasan konsesi atau justru berada di luar area perusahaan.
“Kami ingin memastikan kondisi di lapangan dan melihat apa yang menjadi penyebab kebakaran lahan di sekitar wilayah konsesi,” ujar Rino.

Tidak Ada Lahan Terbakar di Konsesi PT AAN
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, petugas tidak menemukan adanya lahan terbakar di dalam kawasan konsesi PT Agro Alam Nusantara.

Kebakaran yang ditemukan berada di sekitar wilayah konsesi dan diketahui terjadi pada lahan milik masyarakat.

Rino mengapresiasi langkah PT AAN yang telah melakukan berbagai upaya mitigasi serta menyiagakan tim pemadam untuk membantu menangani kebakaran, termasuk yang terjadi di sekitar wilayah konsesi.

Menurutnya, perusahaan perkebunan memiliki tanggung jawab untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kesiapan tersebut antara lain mencakup personel, peralatan pemadam, sumber air serta sarana pendukung lainnya.
Rino menegaskan, pemerintah daerah tidak akan ragu memberikan sanksi apabila ditemukan kebakaran di dalam kawasan konsesi dan perusahaan terbukti lalai dalam melakukan upaya pencegahan maupun penanganan.

“Kalau terbukti wilayah perusahaan terbakar dan tidak ada upaya pencegahan melalui kesiapan sarana dan prasarana, tentu akan ada sanksi tegas bagi perusahaan yang lalai,” tegasnya.

PT AAN Perkuat Kesiapsiagaan
Sementara itu, Manager PT Agro Alam Nusantara, Yogi Dwi Angga, mengatakan perusahaan telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk mengantisipasi sekaligus menangani potensi karhutla.

Sarana tersebut antara lain tim pemadam, menara api, embung, hingga sekat kanal yang disiapkan sebagai bagian dari sistem pencegahan dan pengendalian kebakaran di kawasan perusahaan.

Selain menyiapkan sarana, PT AAN juga meningkatkan kemampuan personel melalui pelatihan dan simulasi.

Salah satunya melalui simulasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan bersama Manggala Agni Kalimantan Daops VIII/Pontianak pada 19 Mei 2026.
Kegiatan tersebut turut melibatkan pemerintah desa dan kecamatan di sekitar wilayah konsesi, termasuk Desa Rasau Jaya Umum, Desa Mekar Sari dan Desa Kuala Dua, serta masyarakat peduli api (MPA).

Menurut Yogi, pelibatan berbagai unsur tersebut penting untuk membangun koordinasi dan mempercepat respons apabila terjadi kebakaran di sekitar kawasan perusahaan.

Gandeng Aparat Tangani Karhutla
Upaya pencegahan dan penanganan karhutla juga dilakukan PT AAN melalui kolaborasi dengan aparat keamanan.

Perusahaan berkolaborasi dengan Polres Kubu Raya melalui kegiatan Operasi Aman Nusa II dalam penanganan karhutla di wilayah Rasau Jaya dan sekitarnya.

Dalam kolaborasi tersebut, PT AAN turut mendukung penempatan posko terpadu yang melibatkan sembilan personel Brimob di kawasan perusahaan.

Yogi menegaskan, PT AAN berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Manggala Agni, pemerintah desa dan kecamatan, serta masyarakat dalam mencegah dan menangani karhutla.

“Kami berkomitmen membantu pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, baik di sekitar wilayah konsesi maupun di luar wilayah konsesi,” kata Yogi.

Sebelumnya, PT AAN juga telah menggelar apel siaga karhutla dan sosialisasi kesiapsiagaan bersama Manggala Agni serta masyarakat peduli api.

Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons dan mencegah meluasnya kebakaran, khususnya di tengah meningkatnya potensi karhutla di Kalimantan Barat.

Hasil sidak Disbun dan Peternakan Kalbar di PT AAN menunjukkan tidak ditemukan lahan terbakar di dalam kawasan konsesi perusahaan. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kebakaran di lahan masyarakat yang berada di sekitar konsesi berpotensi mengancam kawasan perusahaan apabila tidak segera ditangani. (tim)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda